Meredam Lelah

“dan ku harapkan kekasih tak perlu bertengkar lagi tak perlu menangis lagi biarkan kita mengalir sampai nanti”

Isi cerita malam beberapa pekan ini seperti mengurai senyum terdalam yang sempat menghilang. Ku parkirkan sepeda motorku seakan lelah menghujam bertubi-tubi menusuk penatku. Entah kenapa lelah serasa betah hinggap ragaku. Hingga di pertengahan waktu menjelang dini hari sosok itu mengangkat lelahku entah dengan guyonannya atau keluhannya yang seakan memijat lembut pundakku. Terkadang celoteh suaranya dibalik telepon seakan membius seluruh lelah. Sosok itu meredam lelahku hanya dengan ceritanya. Meski kini saat keangkuhan merajai sudut benakku aku masih merindukan cara dia meredam lelah saat malam menyapa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s