Diatas Aku

“Aku bukan Malaikat bahkan bukan seseorang yang hidup tanpa kesalahan dan menyembah kemunafikan agar selalu terlihat BAIK”

Pagi kini selalu hadir berbalut hujan mencoba membasahi fikiran hati yang tandus yang membuat logika berjalan di luar nalar. Musim dingin sudah datang dan kembali mendinginkan hati dan fikiran yang beku. Aku masih berdiri menentang dunia meretas jarak dan waktu. Masih tetap sama terlihat gontai melangkah lalu terjatuh. Dia melangkah tegak berlari kecil menunjuk ke arahku entah apa isi fikirannya. Datang berbalut raut wajah penuh tanya kenapa aku. Kemudian ujung bibirnya menyeringai mungkin mencoba tersenyum bahkan melepas tawa semua sebatas prasangka. Lalu dia pergi melangkah berbalik arah meninggalkan uluran tanganku yang tegak tak diraih. Terhenti langkahnya tetap menatap dibalik arah diatas aku. Menghampiri menyeret tanganku berlari diatas hamparan tubuhku. Kuterima tanpa berdaya. Ini aku itu aku dan aku adalah aku meski kau berada diatasku aku tak peduli tak pernah sungguh membenci.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s