Menuai Benih

“Izinkan saya untuk tersenyum bahkan tertawa diatas situasi derita kalian”

Masih basah dalam fikiran atas kata terucap meredam amarah kemarin. Tentang apa yang kamu akan tuai adalah atas hasil usahamu. Dan hari ini dengan mata kepalaku aku melihat seseorang bahkan mungkin sekelompok orang menuai hasil atas usaha kerasnya selama ini. Ya usah keras mereka mengabaikan dan tak merasa menganggap hasil karya tetesan peluh bahkan pengorbanan lika dalam organ untuk memberikan sesuatu. Mereka menutup mata dan telinga merasa seolah2 mereka adalah kaum yg benar yg harus selalu menjadi tunduk di hadapan mereka. Bungkam atas semua bisikan kritik yang harusnya mereka terima dengan jiwa besar karena mereka menganggap mereka besar dan aku nampak tak terlihat.
Hingga suatu peristiwa yang harusnya mampu menyadarkan tentang apa benih yg mereka tuai masih belum mampu menggugah pola fikir otak membatu. Mereka sembunyikan panik dibalik otak membatu mereka tapi aku bisa merasa dan melihatnya. Maafkan aku harus tertawa puas karena aku tak sanggup menahan tawaku untuk kebodohan kalian yang masih otak batu.

20121109-181404.jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s