Hujan

Setelah setahun akhirnya aku bisa menyaksikan hujan di ibukota. Deras bahkan hampir disambut badai. Aku beruntung saat mencoba berteduh di suatu tempat. Ah, hujan. Ya, aku sangat mencintai hujan setelah malam. Melihat hiruk pikuk kota berubah menjadi sepi seakan beban terlepas. Kulihat mereka pun begitu menikmati hujan. Ditemani secangkir hangat kopi hitam menambah sedu suasana. Kapankah kita bisa bertemu dibawah guyuran hujan menyatukan air mata hingga nyaris tak terlihat.

“mereka mengeluh tentang panas meminta hujan tapi terkadang mereka mengeluh tentang hujan meminta panas”

20121104-151036.jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s