Hampa …

Entah kenapa belakangan ini saya benar2 tidak bisa berpikir jernih. Emosi selalu menghampiri saya setiap saat. Di saat saya merasa kepercayaan diri saya kembali muncul di saat itu juga saya mencadi seorang yang tempramen lagi. Ya, lagi dan lagi saya tidak bisa mengendalikan sikap tempramen itu. Sebuah kebiasaan buruk yang saya kira sudah tidak ada lagi dalam hidup saya. Padahal semua yang terjadi dalam hidup saya tidak ada hal yang menyedihkan, hampir semuanya membuat saya harusnya bahagia.Saya kehilangan orang untuk bisa berbagi bahagia dan juga kesedihan. Kehilangan tempat untuk meluapkan keluh kesah. Kali ini benar2 saya merasa seperti kosong. Saya seperti vas bunga yang terisi air dengan penuh tapi air itu terserap oleh bunganya, hampa, itu yang saya rasakan.

Siluet senyum saya seakan tiada arti karena tidak ada yang bisa menerjemahkan senyuman itu. Di saat orang lain bergelut dengan kesenangannya, saya hanya bisa manatap diri saya miris. Tidak ada satupun yang dapat ditemukan dalam diri saya saat ini. Ingin berteriak sekeras mungkin tanpa ada satu orangpun yang bisa mendengarnya.

Ingin tetap sendiri hingga makna itu kembali datang ………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s