Penggabungan Usaha

PENGGABUNGAN USAHA

Adalah penyatuan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan perusahaan lain atau memperoleh kendali atas aktiva dan operasi perusahaan lain.

Alasan-alasan Penggabungan Usaha

  1. Manfaat biaya
  2. Resiko lebih rendah
  3. Berkurangnya penundaan operasi
  4. Mencegah pengambilalihan
  5. Akuisisi harta tidak berwujud

Sifat Penggabungan Usaha

  1. Integrasi Horizontal

Penggabungan perusahaan-perusahaan dalam lini usaha atau pasar yang sama

  1. Integrasi Vertikal

Penggabungan dua atau lebih perusahaan dengan operasi yang berbeda secara berturut-turut, tahapan produksi dan/atau distribusi

  1. Konglomerasi

Penggabungan perusahaan-perusahaan dengan produk dan/atau jasa yang tidak saling berhubungan dan bermacam-macam. Suatu perusahaan melakukan diversifikasi untuk mengurangi resiko yang ada pada lini usaha tertentu, atau untuk menstabilkan penghasilan yang berfluktuasi

Bentuk Penggabungan Usaha

(a)    Merger

(b)   Konsolidasi

(c)    Akuisisi saham

Merger terjadi ketika sebuah perusahaan mengambil alih semua operasi dari entitas usaha lain dan entitas usaha yang diambil alih itu dibubarkan.

Konsolidasi terjadi ketika sebuah perusahaan yang baru dibentuk untuk mengambil alih aktiva-aktiva dan operasi dari dua atau lebih entitas usaha yang terpisah, dan entitas-entitas yang terpisah itu dibubarkan.

Akuisisi saham terjadi ketika sebuah perusahaan mengakuisisi saham berhak suara dari perusahaan lain dan kedua perusahaan tersebut tetap beroperasi sebagai entitas hokum yang terpisah, tetapi timbul hubungan induk anak, dan perusahaan E dan F dibubarkan.

Konsep Akuntansi Dari Penggabungan Usaha

Konsep akuntansi dari penggabungan usaha direfleksikan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.22, tentang “Akuntansi Penggabungan Usaha” yang berlaku efektif sejak 1 Januari 1995.

Usaha-usaha yang sebelumnya terpisah bersama-sama membentuk satu entitas ketika sumber daya dan operasinya berada dibawah pengendalian kelompok manajemen tunggal. Pengendalian terhadap suatu entitas usaha terbentuk dalam penggabungan usaha dimana:

  1. Satu atau lebih perusahaan menjadi perusahaan anak,
  2. Satu perusahaan mentransfer aktiva bersihnya kepada perusahaan lain,
  3. Setiap perusahaan mentransfer aktiva bersihnya kepada sebuah perusahaan baru yang dibentuk.

Suatu perusahaan menjadi Perusahaan anak ketika perusahaan lain  memperoleh hak mayotitas (lebih dari 50%) atas saham berhak suara yang beredar. Maka, sebuah penggabungan usaha dapat diwujudkan melalui akuisisi kurang dari 100% atas saham perusahaan lain.

Metode Akuntansi Penggabungan Usaha

Ada dua metode akuntansi penggabungan usaha yang diterima secara umum, yaitu metode penyatuan kepemilikan dan metode pembelian. Kedua metoe bukan alternatif dalam akuntansi untuk penggabungan usahayang memenuhi kriteria PSAK No. 22 untuk penyatuan kepemilikan harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan metode penyatuan. Semua penggabungan usaha yang lain harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan metode pembelian.

Metode Penyatuan Kepemilikan

Dalam metode penyatuan kepemilikan, diasumsikan bahwa kepemilikan perusahaan-perusahaan yang bergabung adalah satu kesatuan dan secara relatif tetap  tidak berubah pada entitas akuntansi yang baru. Pada metode penyatuan, aktiva dan kewajiban dari perusahaan-perusahaan yang bergabung dimasukkan dalam entitas gabungan sebesar nilai bukunya. Oleh karena itu, setiap goodwill pada buku masing-masing perusahaan lain yang bergabung, akan dimasukkan sebagai aktiva pada buku entitas yang masih beoperasi (disatukan).

Metode Pembelian

Didasarkan pada asumsi bahwa penggabunga usaha merupakan suatu transaksi yang memungkinkan suatu entitas memperoleh aktiva bersih dari perusahaan-perusahaan lain yang bergabung. Berdasarkan metode pembelian, peruashaan yang memperoeh/membeli mencatat aktiva yang diterima dan kewajiban yang ditanggung sebesar nilai wajarnya. Biaya untuk memperoleh perusahaan ditetapkan dengan cara yang sama seperti pada transaksi yang lain. Biaya ini doalokasikan pada aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasi sesuai dengan nilai wajar pada saat penggabungan. Setiap kelebihan biaya perolehan dialokasikan pada goodwill dan diamortisasi maksimum 20 tahun menurut PSAK No. 19

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s